BuBar (Buka Bareng) Di Walahar

Sudah sering aku melewati daerah yang namanya Walahar, Pintu Air Walahar tepatnya. Ketika baru pertama di Karawang , setiap berangkat kerja aku dan temanku, Noval,sering melewati Pintu Air Walahar dan setiap sampe di pintu airnya kami sengaja berhenti untuk menikmati pemandangan pagi yang menyejukkan hidung dan mataπŸ˜€

Pintu Air Walahar

Pintu Air Walahar

Pemandangan di Walahar memang tidak begitu indah tapi cukuplah untuk sekedar menghilangkan jenuh. Kemarin sore KGC mengadakan acara BuBar di Walahar tepatnya di Rumah Makan H. Dirja yang terkenal dengan Pepes Jambalnya, selain itu Pepes Jamurnya juga enak. Sudah beberapa kali aku makan di RM ini, tapi tetap saja Pepes Jambalnya selalu menggugah selera hehehe…..πŸ™‚

Acara Bubar in awalnya hanya untuk KGC ya sekitar 6 orang yang ikut, tapi pada pelaksanaanya ada juga yang tertarik ikut dan ada yang sengaja di undang dan pada kemarin sore yang ikut ada 11 orang, 9 cowok dan 2 cewek.

Setelah sekian lama menuggu dan sempat di protes sama cacing perut akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, adzan magrib yang merupakan waktu berbuka puasaπŸ™‚ Begitu adzan berkumandang, tanpa di komando lagi air minum jadi korban pertama dan selanjutnya, makanan yang terdekat langsung embat… but wait… sholat dulu atuh….πŸ˜€πŸ˜€πŸ™‚

Selasai sholat acara berlanjut ke makan diselingi ngobrol sekenanya. Waktu berjalan terus dan isi perut juga bertambah berbanding lurus dengan jumlah makanan ditambah minuman yang di telan:/ Wah wah… jadi sering nggak terkontrol nih… padahal kalau ingat penuturan Nabi Muhammad SAW, kalau perut sebaiknya diisi dengan 1/3 makanan, 1/3 minum, dan 1/3 udara (untuk bernafas). Selain itu dianjurkan untuk makan ketika lapar dan menyudahi sebelum kenyang. Mudah sekali dilaksanakan dalam bayangan, tapi dalam kenyataannya susah sekaliπŸ™‚ bahkan terkadang saking nafsunya makan sampai susah nafas :D…

Acil at Walahar

Acil at Walahar

Acil dalam perenungan sebelum buka puasa. “Indah nian pemandangan dari sini, pasti lebih indah yang menciptakannya.”

ipung at walahar

ipung at walahar

Ipunk menyapa “Hai sobat, bagaimana pemandangan di belakangku? Lebih indah pemandangan di belakangku atau indah memandang akuπŸ™‚ ”

walahar_bawah

walahar_bawah

Orang – orang pada bersuka – ria bermain dengan gemericik air yang mengalir dari hulu kehilir membentuk ulir aliran sungai yang elok di pandang.

Sayang sekali tidak ada foto-foto ketika sedang makan, tapi ada untungnya lho (dasar wong java…) jadi nggak ketahuan kalau pada rakus heheheheh…….πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: