Pagi Di Permai

Jam 03:30 aku dibangunkan oleh alarm handphone, dengan mata berat aku gapai handphone yang berada disisi sebelah kiri dari kepalaku, lalu aku tekan tombol dismiss tuk mematikan alarm. Setelah itu aku tertidur lagi.

“Uh… ngantuk… ” sekilas terbesit kata-kata itu dalam benakku. sepuluh menit kemudian alarm berbunyi lagi (aku sengaja men-setting tiga alarm berbeda untuk berjaga-jaga kalau aku tidak terbangun oleh alarm pertama, dan cara tersebut selama ini manjur tuk membangunkan aku), aku dengar alarm tersebut tapi sungguh berat kelopak mata ini untuk diangkat.

“Bangun… kamu harus ke karawang tahu…!!!”

“Yupz…”

Seperti tersiram air aku langsung terbangun dengan kesadaran penuh, kuperhatikan jam di handphone telah menunjukkan pukul 03:45. Kuperhatikan handphone lagi dan kuperhatikan lagi ternyata bluetooth masih menyala. Oh iya, aku baru inget semalem habis transfer file learning english from BBC dengan format mp3 dari handphone kakak. Aku ambil handphone dan kuperiksa sudah berapa file yang terkirim, ternyata baru beberapa file saja yang tersimpan sebelum aku ketiduran. Sambil menunggu jam empat, aku melanjutkan untuk transfer file lagi. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 04:00, aku segera menyudahi transfer file, kemudian bergegas pergi mandi.

Tiga puluh menit kemudian aku sudah siap tempur lagi untuk menghadapi kerasnya dunia, dengan seragam putih-putih berbungkus jaket hitam untuk melindungi tubuh kurusku dari hawa dingin, aku sarapan pagi dengan roti yang dibubuhi susu cokelat, hemm….. lezat.. makan ini kalau perut sedang laper. Selesai sarapan, adzan shubuh berkumandang memanggil-manggil para hamba-hamba Allah untuk menghadap-Nya “As-sholatu khoirumminannaum….(Sholat lebih baik dari tidur)”. aku ambil sajadah lantas menggelarnya dan sejurus kemudian sudah menghadap kepada Sang Kholiq. Setelah selesai sholat aku keluar dari rumah kontrakan kakak dan tak lama kemudian kakak juga keluar dari kamar untuk mengantar aku ke jalan raya untuk menunggu bus yang akan ke Karawang.

Lima menit berlalu dan aku telah berdiri di pinggir jalan di daerah Permai, Tanjung Priok, ditemani oleh kakak yang duduk diatas motor. Sambil menunggu bus datang kami gobrol ngalor-ngidul (kosakata jawa yang berarti : kemana-mana gak jelas arahnya) tentang segala hal yang terbesit di kepala kami. Ketika kami sedang ngobrol tiba-tiba dari arah belakang datang sorang ibu-ibu yang sudah cukup umur (tua) dengan baju seragam orange, tangan kanan memegang sapu sedangkan tangan kiri memegang tas plastik hitam besar dengan serokan (alat untuk mengambil sampah). Tiba disisi kami ibu tersebut menempatkan tas plastik besar hitam (untuk menampung sampah/kresek sampah), kemudian mulai menyapu tepi jalan yang penuh dengan serakan sampah. Ketika dekat dengan kami menyapunya, dengan sopan ibu tersebut bilang “Permisi mas saya mau nyapu jalan”. Kontan saja kami berhenti bicara dan dengan seulas senyum aku bersama kakak menepikan motor. Kami terdiam, dalam keheningan masing-masing setelah menepikan motor ke sisi yang telah disapu oleh Ibu tersebut. Dalam diam itu, aku memperhatikan ibu tersebut, hatiku terenyuh menyaksikan Ibu itu menyapu dengan teliti tak membiarkan sepotong sampah kecilpun tersisa di pinggir jalan. Kemudian aku perhatikan tepi jalan, disana teronggok tong sampah kusam oleh debu. Lalu kuperhatikan Ibu penyapu tadi lagi, sekarang dia sedang mencukil sampah yang lengket di jalan dan susah terangkut oleh sapu, kemudian dia membawa papan tipis untuk mengambil sampah yang terendam dalam kubangan air hitam yang bercokol pada lubang tepi jalan. Satu persatu sampah terangkut dan dikumpulkan dalam satu lokasi di tepi jalan kemudian diambil dengan serokan dan di masukkan ke dalam kantong sampah.

Setelah sekian menit, Ibu penyapu tadi telah jauh menyapu dari tempat kami.

Berbagai macam hal berkecamuk dalam kepala ini. Sudah kotorkah orang-orang disini, sampai-sampai membuang sampah saja tidak pada tempat sampah. Mereka asal saja membuang sampah, asal melempar, tidak peduli jatuh di jalan, di got atau jatuh di tong sampah asal sampah tersebut tidak dekat dengan tempat dia berada. Ataukah kekotoran ini disebabkan oleh contoh dari para pemimpin bangsa ini, dewan rakyat dipenuhi oleh kotoran nafsu, nafsu akan wanita, nafsu akan harta dan terlebih lagi nafsu akan kuasa. Bukankan kekotoran batin dapat tercermin dari kekotoran lahir? Jika lahirnya saja tidak bisa bersih, bagaimana dengan batinnya? Oh… dunia… dunia…

“Kebersihan sebagian dari iman”. Kalimat tersebut sering aku dengar setiap ada acara keagamaan dan juga ceramah-ceramah para ustadz di mushola-mushola atau di masjid-masjid. Atau mereka yang membuang sampah sembarang dan pernah mendengar kalimat itu seperti keladai yang bisu dan tuli shingga tidak memperdulikan akan hal itu? Huh… apa hak aku tuk mencela meraka, Astagfirullah, Maha Suci Allah dari segala prasangka hamba-hambanya.

Benar, aku tidak boleh mencela meraka, meraka mungkin sedang khilaf atau juga memang mereka belum tahu akan hal itu. Ya Allah ampuni aku atas segala kenistaanku ini. Segala yang benar atau salah itu semua hak Allah yang menentukan, dan telah disebutkan dalam Kalam-Nya yang berupa Al-Quran.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 05:25. Aku sudah mulai gelisah karena bus jurusan Karawang belum kelihatan moncongnya. Kira jam setengah enam baru terliahat bus jurusan Karawang dengan ditandai oleh suara keneknya yang berteriak ” Karawang, bening..(maksudnya Karawang, Jati Bening)”. Aku pamitan ma kakak kemudian aku berlari mengejar bus Karawang yang sebenarnya tidak usah aku kejar juga kan datang sendiri, cuman takut tidak kebagian tempat duduk, karena aku mau tidur lagi hehehehe….😀

Satu jam kemudian…

“Hey Tah kesini lu, ada komputer error nich…!!!”

“Gimana errornya, ….”

Aku kerja lagi…. ^_^

Satu Tanggapan to “Pagi Di Permai”

  1. syukran udah datang ke blog ane. salam kenal ya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: