Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam Memerangi Kemiskinan

Oleh : Muhammad Yunus

Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006

Bersama Alan Jolis

Belajar dari :

Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam

Memerangi Kemiskinan

DALAM RANGKA :

MEMPERINGATI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

MENYAMBUT 80 TAHUN SUMPAH PEMUDA

DAN MENYAMBUT HUT KEMERDEKAAN RI KE – 63  17-8-2008

98. Potensi Pasar Yang Sangat Besar

Tidaklah mudah memasuki pasar internasional. Kami tidak berpengalaman menangani tekstil. Khalid bekerja sangat keras membentuk tim dan mempelajari jaringan bisnisnya. Grameen tidak sedang berangan-angan. Yang kami lakukan adalah mempromosikan produk, mendapatkan order, dan bekerja sebagai agen pemasaran para penenun rumahan yang independent. Kami sampaikan spesifikasi order ke perajin, memberi mereka benang kualitas tinggi sehingga tidak perlu menunggu modal kerja, dan memastikan mereka memenuhi control kita dan tenggat waktu. Dengan bantuan kami, perajin tenunan tidak harus mengkuatirkan upaya mendapatkan order atau pemasaran produk-produk mereka. Metode kami berjalan. Selama tahun pertama, total penjualan mencapaj AS$ 2,5 juta. Tiga tahun kemudian, penjualan mencapai AS$ 15 juta. Penjualan masih terus bertumbuh. Sebagai sebuah produk, Grameen Check memiliki potensi pasar yang sangat besar. Kain ini ditenun tangan, 100 persen katun, dan sangat atraktif. Bulan Februari 1996 di Paris, atas kebajkan UNESCO kami gelar peragaan busana yang dirancang dan disajikan oleh seorang model Banglades berbakat, Bibi Russel. Tokoh-tokoh mode, majalah-majalah dan media lain di Paris segera menerima rancangan-rancangan nya. Kini, 8.000 penenun memproduksi Grameen Check yang dijual di Italia, Perancis. Inggris dan Jerman Dengan semua penenun di Bangladesh yang menganggur kami bisa dengan mudah meningkat produksi menjadi hampir 915 ribu meter per minggu. Kami kini bekerja untuk lebih menarik minat pembeli di Eropa dan Amerika Utara.

Ketika kami mengenalkan Grameen Check, pembeli menanyakan apakah kami bisa juga memasok kain flanel. Sadar bahwa kami perlu mengkondisikan mesin dari Grameen Check ke Grameen Flannel kami bekerja sama dengan seorang teman, Dr. Zafarullah Chowdhury, yang baru saja membeli lahan untuk sebuah pabrik tekstil Pabrik bernama Gonoshasthaya Grameen Textile Mills Ltd. Ini mulai berproduksi tahun 1998.

Berhasil memperluas produk ke flanel, kami kini mencoba memproduksi kain dari bahan campuran rami dengan katun. Rami adalah serat alami yang banyak tumbuh di Bangladesh, sebelumnya hanya digunakan untuk bahan pembungkus. Grameen menemukan manfaat baru rami dengan mencampurkannya dengan katun atau sutera untuk membuat kain yang digunakan untuk perlengkapan rumah. Segera, teknologi baru akan menyiapkan jalan bagi penggunaan rami untuk pakaian dengan harga yang sangat bersaing.

Harapan kami adalah sejalan dengan makin beragamnya produksi kain dan meluasnya pasar, perajin tenunan kami akan membangkitkan kembali kerajinan Bengali yang indah. Demi tujuan ini, kami bekerja sama dengan GF-USA untuk membuka pasar Amerika bagi tekstil Grameen. GF-USA membantu kami membangun kemitraan dengan individu-individu dan perusahaan-perusaha an di AS.

Kejutan yang menggembirakan selama proses ini adalah tanggapan positif dan pasar domestik. Sekonyong-konyong Grameen Check menjadi sebuah nama yang dikenal luas dan sebuah status sosial: mengenakan Grameen Check mengindikasikan kebanggaan akan seni dan warisan budaya Bangladesh. Untuk menguasai pasar domestik yang berkembang ini, kami mendirikan perusahaan lain, Grameen Shamogree (“Produk Grameen”), yang berfokus pada barang-barang jadi yang dibikin dari kain Grameen Check maupun kerajinan tangan Bangladesh lainnya.

[ bersambung ]

* * * * *

“Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman,

tetapi carilah teman yang akan memaksa Anda terus berkembang.”

[ Thomas J. Watson – Pendiri IBM ]

* * * * *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: