Touring Ke Sari Ater

KGC logoKucing Garong Club🙂 merupakan kumpulan orang-orang yang suka berpetualang dengan hoby yang berbeda-beda. Aku sebagai anggota yach.. boleh dibilang anggota pasif karena aku jarang mengikuti kegiatan mereka. tapi kali ini aku ikut yaitu ketika meraka mengadakan touring ke Sari Ater. Aku penasaran sekali dengan Sari Ater karena tempat ini sering disebut-sebut oleh teman-teman terutama yang berdomisili di karawang dan sekitarnya, sebagai tempat pemandian air panas. Lokasi ini terletak… dimana ya hehehehe… aku jadi lupa yang jalas masih ikut wilayah Subang. Seingatku terletak kurang lebih 5 km dari perbatasan bandung subang. Tempatnya sejuk apalagi kalau musim hujan kayak gini huh… lebih sejuk lagi.

Kami berangkat dengan delapan sepeda motor, dan sebelum berangkat kami mengadakan brifing terlebih dahulu yang dipimpin oleh sesepuh KGC Kang Icun, nama panggilannya. brifing
Dalam brifing dilakukan koordinasi dan tata cara berkendara dalam suatu rombongan dengan disertai tanya jawab singkat. Dalam rombongan ini ada tiga anggota yang membawa keluarganya, istri dan anak-anaknya🙂 Untuk anggota yang berkeluar diharapkan tetap berada pada tengah rombongan terkecuali dalam keadaan yang memaksa maka diperbolehkan keluar rombongan dengan catatan memberi isyarat supaya anggota yang lain mengetahui dan bila keadaan normal kembali dan disusun ulang. Untuk kecepatan berkendara tidak terlalu kencang dan juga tidak terlalu pelan kurang lebih 60 km/jam. Sebagai pemandu jalan diamanahkan kepada Kang Aciliano “Sing Duwe Laut”, seorang anak karawang tulen yang sedari kecil minum air Karawang sehingga ia pandai goyang terutam goyang riak airnya dan yang heboh goyang gelombang lautnya hehehe…🙂 Sedangkan sebagai anggota paling belakang, sebagai patokan tertinggal dari rombongan apa tidak diamanahkan kepada ketua, Kang icun. Aku sendiri berada di tengah rombongan dengan berboncengan sama Eman, anak Sukabumi.

Ketika berangkat kami mengambil jalan ke Kosambi, pada pertigaan pasar Kosambi kami belok ke arah Curug Purwakarta, kemudian ke Purwakarta mengambil jurusan Wanayasa dan melaju ke Subang menyambung jalan arah Bandung.

Sebelum kami sampi tempat tujuan kami mampir dulu ketempat makan favorit kami kalau ke arah Bandung dan lewat wanayasa yaitu disuatu daerah yang bernama Pondok Salam. Ditempat tersebut ada beberapa warung sate yang enak, tapi kami sudah jatuh hati dengan rasa masakan di “Warung Sate Anwar Pondok Salam”. Makanan disitu enak menurut lidah aku, apalagi sopnya huuuu….enak banget🙂 Setelah selasai mengisi perut kami pun melanjutkan perjalanan dengan ditemani Matahari yang sudah tidak sabar untuk bertahta diatas kepala kami setalah pagi tadi sempat direbut awan hitam yang membuat Matahari tidak berkuasa penuh untuk menebar cahaya kehangatan.

Karena kami melaju dengan santai maka kami sampai tempat tujuan ketika adzan dzuhur kira-kira jam 12 belas siang.

pintu masuk SA

Suasana disana sungguh rame sampai-sampai kami parkir motor kebagian di luar pintu gerbang, maklumlah hari itu merupakan hari libur panjang sehingga banyak wisatawan dari luar daerah yang ikut memadati. Sesudah membeli tiket kami pun masuk ketempat wisata Sari Ater dengan pemandian air panasnya. Ditempat wisata tersebut kami terpisah jadi dua rombongan, rombongan pertama adalah rombongan kami yang membawa keluarga dan yang kudua adalah rombongan kami yang tidak mebawa keluarga dan yang masih belum berkeluarga. Bagi rombongan yang membawa keluarga mereka mandi air panas di kali-kali kecil bersama dengan keluarganya terutama anak-anak mereka yang masih kecil, sangat menikmati susana mandi air panas tersebut. Sedang kami yang masuk rombongan kedua berjalan-jalan sambil cuci mata dan sempat mampir juga di pertunjukan langsung (live show) dangdut. Kang Icun sebagai sesepuh langsung terjun ke pertunjukan tersebut dengan meminta beberapa lagu dan diantaranya dia ikut menyanyi. Lagu kucing garong yang dinobatkan sebagai lagu kebangsaan langsung mendapat sambutan meriah dari para penonton terutama bagi kami.

Setelah capek menyayi dan berjoget ria, kami memutuskan untuk menyegarkan badan dengan mandi air panas (sebenarnya sih arinya hangat) dan pilihan jatuh pada pemandian yang ada papan luncurnya (aku lupa nama pemandian tersebut). Dengan tiket 20 ribu perorang kami dapat menikmati hangatnya air kolam dari sungai dan nikmatnya meluncur dari papan luncur yang berkelok-kelok. Tapi bagi sebagian anggota ada yang lebih menikmati pemandangan di kolam air hangat tersebut, sambil berendam mata dimanjakan dengan pemandangan yang indah dari mkhluk Allah yang disebut wanita hehehehehe……. Masya Allah sungguh indah ciptaan Engkau.

berendam

Tak terasa waktu bergulir dan matahari sudah menguap hendak ke peraduan di ufuk barat. Kami berkumpul kembali ditempat yang telah kami tentukan sebelumnya. Kami beristirahat sejenak kemudian berkemas untuk kembali pulang.

Perjalan pulang ini sungguh sangat berbeda dengan perjalan ketika kami berangkat karena dalam perjalan pulang ini kami diterpa hujan yang sangat lebat sehingga memaksa kami untuk banyak berteduh. Dan karena hujan yang sangat lebat juga membuat kami terpisah-pisah karena kurang komunikasi.

Dengan melewati hujan yang sangat lebat dengan udara dingin yang menusuk tulang dan kelelahan yang bertumpuk-tumpuk yang diakibatkan tekanan pada pantat kami yang hampir berjam-jam tidak beranjak dari jok motor, sampai juga kami dirumah ketika waktu memasuki waktu isya. Sungguh lelah dan capek tapi membawa kepuasan tersendiri.

Salam buat anggota-anggota yang lain…. Kapan nich kita touring lagi…. dengan persiapan yang lebih matang tentunya. Salam Hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: